parahyangan

di atas parahyangan tempohari, aku menelusur kukutangan yang alpa kurapikan. dalam goncangan ala kereta itu, tampak legamlegam pada tiaptiap pucuknya. agak lama dan baru menyadari, seorang ibu di sebelah memperhatikan. ia buruburu membuang pandangan begitu aku sedikit menoleh ke arahnya.

aku memasang suara carla bruni ke telinga. tepat mengapit keduanya. belum juga dua menit, suaranya meredup terpotong dering klasik nokia. seseorang mengirimkan pesan singkat. dia barusan mendarat di jakarta. aku memilih tak menjawabnya karena telah kukabarkan padanya, pagi itu aku menuju bandung. ibusebelah kembali menoleh ke arahku namun tak kupedulikan. bruni kembali menyerang. dan mulailah terasa akibat ketidakteraturan tidurku belakangan ini. aku harus tidur, batinku.

tak sampai tiga jam terlelap. ibusebelah sedang memandang keluar jendela. bukitbukit. kampung nan sepi. beberapa panggilan tak terjawab dan enam pesan singkat. bapak sudah agak mendingan kondisinya, tiga wartawan minta interview, dan sisanya... hmmm...

aku segera meraih tas, merapikan kaos dan mengencangkan celana.

selamat datang (lagi) di bandung, orangsakti!

~